LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
CV. KENCANA BOUTIQUE & TAILOR
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktek Kerja Industri
Program Keahlian Busana Butik
Disusun Oleh:
Nunung Sumiati Suminar Fitriyani
NIS 09101167 NIS 09101171
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
YAYASAN PEMBINA PENDIDIKAN DAN SOSIAL SUMEDANG
TAHUN AJARAN 2010/2011
BIDANG KEAHLIAN 1. PARIWISATA, 2. TATA BOGA, 3. TATA BUSANA
Jln. Angkrek No. 121 Telp/Fax (0261) 204413 Sumedang
MOTTO
Demi Masa…..
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian , kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya mentaati kesabaran. (QS.103 : 1-3)
Dua nikmat yang sering dilupakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang (HR. Bukhari Muslim)
Kami persembahkan karya kecil ini untuk orang tua kami tercinta
Do’amu adalah kekuatan bagi kami, restumu adalah semangat kami,
Senyumu adalah kebahagiaan kami.
We love you so much.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur Kami panjatkan ke khadirat Illahi Robbi. Karena hanya dengan rahmat dan keridhoan-Nya Kami dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Industri yang dilaksanakan di CV. Kencana Boutique & Tailor dengan judul “LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI CV. KENCANA BOUTIQUE & TAILOR”.
Laporan ini membahas tentang gambaran umum dari CV. Kencana Boutique & tailor dan aktivitas peserta prakerin selama melaksanakan prakerin di CV. Kencana Boutique & Tailor.
Berkat bimbingan serta bantuan dari semua pihak Kami dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Industri Di CV. Kencana Boutique& Tailor ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Pada kesempatan ini Kami menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1. Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Kami dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Industri ini dengan sebaik-baiknya
2. Drs. H. Suparan, sebagai Kepala Sekolah SMK Pariwisata YPPS Sumedang
3. Dra. Iis Yuliani, sebagai ketua jurusan program keahlian Busana Butik sekaligus pembimbing prakerin.
4. Elis Kurniasari S.Pd. Sebagai guru pembimbing.
5. Fina Indriyani S.Ag. Sebagai guru program keahlian Busana Butik.
6. Soni Kriswanto, sebagai pimpinan CV. Kencana Boutique & Tailor.
7. Segenap keluarga besar CV. Kencana Boutique & Tailor.
8. Orang tua kami tercinta yang telah memberikan motivasi baik moral maupun material, dan
9. Semua pihak yang tidak mungkin kami sebutkan satu per satu.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan Prakek Kerja Industri ini masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan, karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang Kami miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dari para pembaca sangat kami harapkan.
Semoga segala kebaikan yang telah diberikan kepada Kami mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.
Harapan Kami semoga laporan ini dapat berguna bagi Kami khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.
Penyusun
DAFTAR ISI
Hal.
JUDUL i
MOTO ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR TABEL vi
DAFTAR GAMBAR vii
DAFTAR LAMPIRAN viii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Rumusan Masalah 1
1.3. Tujuan 2
1.4. Manfaat 2
BAB II CV. KENCANA BOUTIQUE & TAILOR 4
2.1 Pengertian 4
2.2 Hal-hal yang Disediakan 4
2.3 Struktur Kepegawaian dan Sistem Kerja 5
2.4 Sejarah 6
2.5 Daftar Ongkos Jahit 7
2.6. Teknik Pengarsipan Pola 7
2.7. Seputar Lokasi Perusahaan 8
BAB III AKTIVITAS PESERTA PRAKERIN 11
3.1 Waktu Pelaksanaan Prakerin 11
3.2 Tugas dan Tanggung Jawab 11
3.3 Peraturan dan Tanggung Jawab 12
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 13
4.1 Kesimpulan 13
4.2 Saran 13
DAFTAR PUSTAKA 14
DAFTAR TABEL
Hal.
Tabel 1.1 Kepegawaian CV. Kencana Boutique & Boutique i
Tabel 1.2 Daftar Ongkos Jahit iii
DAFTAR GAMBAR
Hal.
Gambar 1.1 Diagram Sistem Kerja CV. Kencana Boutique & Tailor 5
Gambar 1.2 Denah CV. Kencana Boutique & Tailor 9
DAFTAR LAMPIRAN
Hal.
Surat permohonan Prakerin i
Nota CV. Kencana Boutique & Tailor ii
Sampel jurnal iii
Fragmen Lubang Kancing Bungkus iv
Fragmen Karet Ban Pinggang vi
Fragmen Ritsluiting Rok Selancar vii
Fragmen Lengan Balon viii
Fragmen Lubang Kancing 1
Fragmen Macam-Macam Kancing ii
Fragmen Lipit Ploy 2 iii
Fragmen Saku Pasefoil iv
Fragmen Saku Samping vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Praktek Kerja industri adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesi yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja langsung di dunia kerja dengan terarah dan terprogram untuk mencapai keahlian profesional.
Seiring dengan perkembangan zaman, berkembang pula perkembangan industri yang mampu menciptakan lapangan kerja seperti butik, konveksi, garmen, tailor, dan lain-lain. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai mekanisme kerja di industri, kami telah melakukan kunjungan dan praktek kerja industri ke sebuah perusahaan bernama CV. Kencana Boutique & Tailor yang beralamat di Jalan Angkrek depan Perum Anggrek Regency, Sumedang.
Selain itu, kami juga melakukan studi banding antara proses kerja di industri dengan di sekolah, sehingga menambah wawasan dan pengalaman kami di bidang busana.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah kami batasi agar pembahasan tidak menyimpang dan mengembang terlalu luas, kami memutusakan dan membatasi masalah pada:
1. Bagaimana gambaran umum dari CV. Kencana Boutique & Tailor?
2. Apa saja aktivitas peserta prakerin selama di industri?
1.3. Tujuan
Penyelenggaraan praktek kerja industri bertujuan:
1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian professional di bidang teknologi, serta memiliki keteampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tunntutan lapangan kerja.
2. Memperoleh LINK and MATCH (keterkaitan dan kesepadanan) antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industry.
3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas professional.
4. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses belajar.
1.4. Manfaat
Manfaat pelaksanaan prakerin;
1. Bagi perusahaan atau industri
Bagi perusahaan akan mengenal secara luas kualitas lulusan SMK sehingga mencari calon karyawan akan mudah diperoleh, selain itu pemakai lulusan SMK dapat membina calon karyawannya sedini mungkin.
2. Bagi sekolah
Sekolah akan mendapat masukan dari pemakai lulusannya, sehingga bahan ajar di sekolah dapat diperluas dan diperdalam sehingga sesuai dengan tuntutan dunia usaha atau Industri.
3. Bagi peserta
Keahlian profesi yang diperoleh melalui praktek kerja industri dapat mengangkat harkat dan rasa percaya diri tamatan yang selanjutnya dapat mendorong mereka untuk meningkatkan keahlian profesinya pada tingkatan yang lebih tinggi.
BAB II
CV. KENCANA BOUTIQUE & TAILOR
2.1. Pengertian CV. Kencana Boutique & Tailor
Menurut Drs. Mardiatmo dalam buku Kewirausahaan untuk siswa kelas XI SMK badan usaha yang berbentuk CV adalah persekutuan yang terdiri dari beberapa orang yang sebagian memasukan modal, mengelola dan bertanggung jawab tak terbatas atas resiko perusahaan. Sementara sebagian yang lain hanya memasukan modal saja dan bertanggung jawab terbatas pada modal yang disertakan saja.
2.2. Hal-hal yang Disediakan di CV. Kencana Boutique & tailor
CV. Kencana Boutique & Tailor menyediakan:
1. Jasa penjahitan
a. Busana pria:
1) Stelan jas
2) PDH “dinas”
3) PSH “safari”
4) Kemeja, dan lain-lain.
b. Busana wanita;
1) Stelan “blazer”
2) Kebaya
3) Baju muslim
4) Gamis
5) Bustier, dan lain-lain.
2. Jasa bordir
3. Busana muslim
4. Kerudung eksklusif
5. Tas eksklusif wanita
6. Aneka bros, dan
7. Aksesoris.
2.3. Struktur Kepegawaian dan Sistem Kerja CV. Kencana Boutique & Tailor
Setiap anggota perusahaan CV. Kencana Boutique & Tailor memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Seperti digambarkan dalam diagram dan tabel kepegawaian berikut.
Gambar 1.1. Diagram sistem kerja CV. Kencana Boutique & Tailor
Tabel 1.1. Kepegawaian CV. Kencana Boutique & Tailor
No. Posisi Tugas Keterangan
1. Penanggung jawab dan pimpinan Mengelola dan memimpin perusahaan Selain sebagai pemimpin, posisi designer, pembuat pola, penanggung jawab dan hal-hal penting lainnya masih dikelola secara langsung oleh beliau.
2. Pemilik dan pimpinan Melayani pelanggan, administrasi, bendahara dan sekretaris Karena bertindak sebagai pemilik dan pimpinan, beliau selalu terlibat secara langsung dalam urusan rumah tangga perusahaan
3 2 orang pemotong bahan Memotong bahan Meskipun bertugas untuk memotong bahan, dalam situasi tertentu dapat juga bertindak sebagai penjahit.
4. 7 orang penjahit Menjahit Posisi yang paling banyak ditempati oleh karyawan perusahaan karena tugas menjahit adalah pekerjaan yang paling banyak membutuhkan tenaga.
5 1 orang pembordir Membordir bagian-bagian tertentu pakaian sesuai pesanan Posisi pembordir sangat memerlukan keahlian, keuleta, dan ketelitian untuk mencapai hasil kerja yang maksimal.
6 1 orang finisher Melakukan finishing Finishing dalam hal ini hanya membungkus atau memasang kancing, hal lainnya seperti mengelin sudah dilakukan oleh penjahit.
7 1 orang pemasang payet Memasang payet pada busana Posisi ini masih berstatus sebagi pegawai cabutan, maksudnya hanya dipanggil apabila ada busana yang harus dihias dengan payet
2.4. Sejarah CV. Kencana Boutique & Tailor
CV. Kencana Boutique & Tailor mulai dirintis sejak 15 Oktober 2000. Awalnya hanya dikelola oleh Bapak Soni Kriswanto beserta istri, Ibu Erlina dengan bantuan seorang pegawai. Dengan modal awal sebesar Rp. 2.500.000,00 beliau dapat membeli mesin, perlengkapan menjahit, dan menyewa tempat di Jalan Angkrek dusun Margajaya yang merupakan lokasi awal dari CV. Kencana Boutique & Tailor.
Dalam jangka waku 9 tahun, tepatnya pada tanggal 15 Oktober 2009, perusahaan ini sudah mampu mengembangkan sayap dengan membuka beberapa cabang di tempat yang berbeda dan merekrut 16 orang pegawai sebagai anggota perusahaan pusat serta membeli tempat di Jalan Angkrek depan Perum Anggrek Regency. Sejak saat itulah CV. Kencana Boutique & Tailor berpindah lokasi ke tempat yang baru.
2.5. Daftar Ongkos Jahit
Tabel 1.2. Daftar ongkos jahit di CV. Kencana Boutique & Tailor
No. Nama Barang Harga
Normal/Tanpa Furing Difuring
1. Stelan jas Rp. 500.000,00 -
2. PDH dinas Rp. 125.000,00 -
3. PSH safari Rp. 250.000,00 Rp. 300.000,00
4. Kemeja Rp. 65.000,00 Rp. 110.000,00
5. Stelan blazer Rp. 125.000,00 Rp. 200.000,00
6. Kebaya Rp. 125.000,00 -
7. Baju muslim Rp. 65.000,00 Rp. 110.000
8. Gamis Rp. 70.000,00 Rp. 100.000,00
9. Bustier Rp. 85.000,00 -
2.6. Teknik Pengarsipan Pola
Menurut Modul Pembelajaran Membuat Pola yang disusun oleh Kurnia, Spd. Disebutkan bahwa teknik pengarsipan pola adalah sebagai berikut.
1. Digulung dalam tempat yang bersih dan aman seperti dalam lemari khusus atau pada tempat khusus yang terletak di ruangan potong atau sedia box tempat penggantungan pola.
2. Di dalam kantong plastikatau amplop dengan menyususn secara rapi dan diberi lebel nama atau model.
3. Digulung dan dibugkus dengan plastic atau diikat dengan kain perca yang terakhir digunting kemudian disimpan pada keranjang atau dus khusus untuk menyimpan pola.
4. Pola bisa disimpan pada Komputer atau CD.
2.7. Seputar Lokasi Perusahaan
Seperti telah diuraikan diatas lokasi pusat CV. Kencana Boutique & Tailor saat ini adalah Jalan Angkrek depan Perum Anggrek Regency Sumedang. Selain itu, terdapat beberapa cabang perusahaan yang terletak di lokasi yang berbeda. Seperti di Jalan Raya Tanjungsari (tungturunan), Jalan Buah Batu Bandung dan Rumah Kerudung Butik Kencana yang terletak di Jalan Prabu Geusan Ulun No. 161 Sumedang. Ketiga perusahaan tersebut bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan pusat, kecuali Rumah Kerudung Butik Kencana. Di tempat ini tidak memerima jahitan atau bordir, melainkan khusus sebagai tempat pemasaran atau toko.
Untuk lebih jelasnya berikut kami sertakan denah peruasahaan pusat CV. Kencana Boutique & Tailor yang berlokasi di Jalan Angkrek depan Perum Anggrek Regency Sumedang.
Gambar 1.2. Denah CV. Kencana Boutique & Tailor
Jalan Angkrek I
U
II
III
V
IV
VI
IX VII
VIII
X
Keterangan:
I : Tempat parkir
II : Ruang depan
III :Ruang potong
IV :Ruang kerja karyawan
V :Ruang serbaguna
VI :Toilet
VII & VIII :Kamar karyawan
IX :Dapur
X :Toilet Karyawan
: Pass room
: Meja depan
: Ruang kerja pimpinan
: Arsip pola
: Meja potong
: Mesin lubang kancing
: Mesin jahit
: Meja border
: Mesin neci
: Tempat pengepresan
: Mesin obras
: Mesin border
: Meja dapur
: Pintu
BAB III
AKTIVITAS PESERTA PRAKERIN
3.1 Melakukan Komunikasi Ditempat Kerja
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan melalui suatu sarana atau lambang atau penjelasan melalui saluran-saluran meakanisme bertujuan untuk mendapatkan saling pengertian antara kedua belah pihak.
Komunikasi dalam dunia usaha dapat dilakukan dimana saja, baik diperusahaan maupun diluar perusahaan (ditempat kerja) dimanapun kita bekerja/ditempat kerja komunikasi perlu dibina dengan baik antara sesama, misalnya ; antara atasan dengan bawahan atau antara produsen dengan konsumen. Komunikasi dalam lingkungan dunia usaha yaitu proses komunikasi yang dilakukan antara pembeli dan penjual atau antara produsen (pengusaha) dan konsumen (masyarakat).
Selain mengenal secara lengkap produk yang dihasilkan perusahaan bagi seorang pramuniaga, tenaga pemasaran, perantara jual beli, tenaga pendemonstrasi, tenaga penyuluh, perlu ditumbuhkan sikap-sikap sebagai berikut.
1. Rasa percaya diri
2. Berbicara efektif
3. Cara berfikir positif
4. Mengembangkan potensi diri
a. Mengenal diri sendiri
b. Mengetahui potensi pribad
5. Karakteristik budaya dan sosial
3.2. Melaksanakan Pelayanan Prima
Layanan prima adalah upaya maksimal yang mampu diberikan oleh petugas pelayanan dari suatu perusahaan industri jasa pelaynan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan sehingga tercapai suatu kepuasan.
Kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama pelayanan prima. Oleh karena itu, sebagai aparatur pelayan tidak mempunyai sedikitpun alasan untuk tidak beerupaya memuaskan pelanggannya.
Keinginan dan kebutuhan pelanggan secara rinci sebagai berikut.
1. Senyum yang hangat
2. Sikap bersahabat
3. Pelayanan yang cepat dan memuaskan
4. Informasi yang tepat, jelas dan akurat
3.3. Menangani Keluhan Pelanggan
Menangani keluhan pelanggan secara lebih dini adalah suatu sikap yang bijaksana dan tepat karena perusahaan akan lebih mampu mengantisipasi hal-hal yang dapat merugikan. Ada beberapa kiat dalam menangani keluhan pelanggan.
1. Hadapilah keluhan pelanggan dengan bijaksana, jangan terbawa emosi, jangan mudah marah mendengarkan omelan pelanggan
2. Dengarkan keluhan pelanggan dengan penuh perhatian, sedapat mungkin hidupkan suasana penuh keakraban
3. Petugas pelayanan tidak boleh membuat janji-janji jika hanya untuk menyenangkan pelanggan
4. Berikanlah rasa simpatik dan ikukt merasakan keluhan atau kesulitan yang menimpa pelanggan
5. Tanggapi keluhan pelanggan dengan baik, sertakan ucapan maaf yang tulus dan berjanji akan memperbaiki kekurangan atas pelayanan yang diberikan. Keluhan pelanggan karena sikap petugas yang kurang baik yang sering dirasakan atau dialami pelanggan antara lain;
a. Cara bicara yang ketus, terkesan judes,
b. Memperlihatkan wajah yang masam atau cemberut
c. Bersifat pasif atau malas-malasan melayani pelanggan
d. Menganggap rendah terhadap pelanggan.
3.4. Menerapkan Praktek Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Tugas dan tanggung jawab paktikan adalah sebagai berikut.
1. Mematuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja
2. Memakai alat-alat pelindung diri yang diwajibkan
3. Memeberikan keterangan yang jujur dan benar apabila terjadi kecelakaan
3.5. Mempraktekan Teknik Menjahit Busana
1. Menggabungkan (Membuat Kampuh Dasar)
Kampuh terbuka yaitu kampuh yang tias sambungannya dibuka, teknik penyelesaian ini ada bebeapa cara seperti kampuh terbuka yang diselesaikan dengan obras, yaitu penyelesaian disepanjang pinggiran tiras diselesaikan dengan obasan. Cara ini pada saat sekarang banyak dipakai untuk busana wanita dan pria (celana pria).
2. Menjahit tepi Pakaian
a. Teknik Mengelim
Mengelim dipakai untuk bawah rok, blus, kebaya, ujung lengan dan sebagainya. Kelim tusuk flanel yaitu kelim yang bahan pinggirannya diobras tanpa melipatnya kedalam. Terutama dipakai unutk teknik pengerjaan yang kelimnya lebih rapi dan lebih berkualitas dan juga untuk bahan yang tebal, untuk rok, blus, ujung lengan dan sebagainya. Caranya:
1) Dilipitkan pinggir rok sebesar yang diinginkan dan dibantu dengan jelujur.
2) Dijahit dengan tusuk flanel yang satu diatas keliman tidak tembus sampai keluar dan yang satunya dibawah kelim dekat pinggiran lipatan dengan langkah mundur.
3) Hasil dari bagian baik hanya tampak satu baris dengan jarak 0,5 cm.
b. Teknik menjahit serip
Serip yaitu lapisan menurut bentuk atau kain serong yang hasil lapisannya menghadap keluar. Serip berfungsi untuk menyelesaikan pinggiran busana, disamping itu serip juga berfungsi untuk hiasan atau fariasi bagian busana. Serip sering dipakai pada gais leher, kerung lengan, ujung l,engan, ataupun pinggiran dan bawah rok. Warna kain yang digunakan untuk serip bisa kombinasi atau kain yang warnanya sepadan atau serasi. Cara penjahitannya:
1) Teknik meletakan bahan waktu pemasangan serip kain bagian baik menghadap kebagian buruk busana kemudian dijahit pada garis pola.
2) Tiras jahitan dirapikan digunting-gunting kecil atau halus dengan menggunakan ujung gunting.
3) Kampuh dijahit dengan posisi tiras diarahkan keluar (kampuh terjahit)
4) Dibalikan (diarahkan keluar) dan dipress dengan setrikaan agar rapi
5) Penyelesaian serip setelah dilipatkan kedalam kurang lebih 0,5 cm dijahit pada pinggir.
3. Memasang Lengan
Desain lengan ada bebeapa macam seperti lengan licin, lengan poff, lengan kop poff, lengan reglan, dan sebagainya. Lengan licin yaitu lengan yang bentuk lingkar kerung lengannya licin yang ada hanya kerutan semu pada lengan yaitu tujuannya agar pemasangan lengan tidak kaku dan enak dipakai terutama pada puncak lengan. Cara memasangnya adalah sebagai berikut.
a. Siapkan badab yang sudah dijahit garis bahu dengan gais sisi
b. Jahit puncak kerung lengan dengan setikan jarang 2 jalur, garis pola terletak diantaa setikan, dengan jarak antara setikan 0,5 cm
c. Jahit sisi lengan
d. Ukur lingkar kerung lengan badan dan samakan dengan ukuran lingkar kerung lengan pada lengan
e. Pasangkan lengan dengan posisi bagian baik badan menghadap bagian baik lengan dengan bantuan jarum pentul atau jelujuran dan posisikan garis bahu pada titik puncak lengan. Jahit sekeliling lingkar kerung lengan pada garis kampuh.
4. Membuat Belahan Busana
Belahan busana adalah guntingan pada pakaian yang berfungsi untuk memudahkan membuka dan menutup pakaian.
a. Belahan dengan memakai kumai serong pada umumnya terdapat pada tengah muka pakaian. Cara menjahitnya:
1) Sediakan kumai serong 2 lembar yang panjangnnya sama dengan belahan ditambah 2 cm untuk kampuh
2) Tentukan tempat belahan (a)
3) Lebar lajur dilipat dua dan digores, letakan lipatan tersebut tepat pada tempat belahan, dengan posisi bagian baik berhadapan dengan bagian baik. Sematkan setengah cm bagian kiri dan bagian kanan dari tempat belahan, kemudian setik dengan mesin. Gunting tepat pada belahan 1 cm sebelum ujung belahan digunting menyerong
4) Lipat lajur bagian buruk, aturlah rompoknya selebar setengah cm sehingga belahan tadi tetutup. Sisi lajur yang bertiras dibuat lipatan dalam dan jeluju tepat pada jahitan pertama kemudian disetik pada bagian baik
5) Lipat kecil pada ujung belahan, lalu dijahit dengan tusuk balut
6) Segitiga pada ujung belahan disetik bersama dengan lajur
7) Ujung lajur yang bertiras diselesaikan dengan tusuk feston supaya kelihatan rapi pada bagian buruk, tepat pada ujung belahan dibuat kuku belalang atau trens sebagai penguat.
b. Belahan dengan tutup tarik adalah belahan yang dipasangka tutup taik (retsleting). Belahan in pada umumnbya dipakai intuk tengah belakang rok, gaun, baju kurung, celana dan sebagainya. Banyak bentuk dari tutup taik dan banyak pula cara pemasangannya yang disesuaikan dengan fungsinya. Fungsi utama dai tutup tarik adalah untuk memudahkan membuka dan memakai pakaian, disamping itu tutup taik juga berfungsi untuk menambah keindahan pakaian tersebut. Alat utama untyk memasang tutup tarik terutama agar lebih mudah adalah dengan memakai sepatu khusus yaitu sepatu tutup tarik. Ada beberapa macam belahan tutup tarik yaitu
1) Belahan tutup taik simetris
2) Belahan tutup tarik asimetris
3) Belahan tutup tarik tersembunyi
4) Belahan tutup tarik terpisah
5) Belahan tutup tarik memakai gulbi
5. Membuat Rumah Kancing Dan Pemasangan Kancing
Kancing dan rumah kancing dipakai untuk menutupi belahan yang terdii atas dua lapis yang bertumpukan yaitu pada bagian kiri dan bagian kanan busana. Rumah kancing ini ada 3 macam yaitu:
a. Rumah kancing biasa
b. Rumah kancing passpoille (kumai serong)
c. Rumah kancing sengkelit
Kancing berfungsi untuk mengancingkan (penutup belahan) atau juga untuk hiasan atau fariasi busana. Bermacam-macam bentuk dan model kancing yaitu:
a. Kancing lubang dua
b. Kancing lubang empat
c. Kancing bertangkai
d. Kancing hias
e. Kancing jepret
f. Kancing kait
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
1. Proses kerja di perusahaan CV. Kencana Boutique & Tailor adalah system kerja estafet, dimana setiap karyawan memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda untuk menghasilkan busana yang sama. Namun dalam hal ini, desain dan ukuran bersifat eksklusif sehingga setiap potong busana memiliki detail yang berbeda antara satu dengan yang lainnya sesuai dengan keinginan konsumen. Itulah sebabnya mengapa perusahaan ini disebut butik.
2. Order yang masuk ke perusahaan di dominasi oleh pesanan pembuatan seragam, pakaian dinas, jas, blazer dan sejenisnya sehingga perusahaan ini lebih mirip tailor, oleh karena dua alasan diatas perusahaan ini berbentuk butik dan tailor.
3. Praktek kerja industri yang kami laksanakan pada hakikatya bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang kami miliki dan menambah wawasan serta pengalaman yang belum kami dapat sebelumnya khususnya di bidang kebusanaan.
4.2. Saran
1. Alangkah lebih baiknya jika proses pembuatan pola ditangani oleh lebih dari satu orang mengingat sampai saat ini tugas pembuatan pola masih di handle oleh pimpinan perusahaan sendiri. Dengan demikian proses pembuatan busana akan lebih cepat sekaligus meringankan beban pimpinan.
2. Mengingat terkadang proses finishing diselesaikan dengan kelim mesin, hasilnya akan lebih baik jika diselesaikan dengan tangan sehingga akan lebih sesuai dengan teori busana butik yang lebih banyak pengerjaan dengan tangan.
3. Alangkah lebih baiknya jika kualitas pelayanan kepada pelanggan diprioritaskan namun tetap adil dalam melayani konsumen, sehingga akan tercapai kepuasan pelanggan yang sedikitnya mampu menjadi investasi bagi perusahaan itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar